TARSITE

Selamat datang di Artaviean Site :). Situs ini berisi tentang ragam artikel yang ditulis sendiri maupun dari situs lain mengenai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Komputer, SEO, dan artikel menarik lainnya.

Friday, May 17, 2013

Hebat ! ilmuwan Hidupkan Hewan Punah Ribuan Tahun




Seorang antropolog bernama Alice Roberts tengah melakukan penelitian untuk bisa "menghidupkan" kembali hewan yang sudah punah 20 tahun silam. Keinginan gila ilmuwan ini, dilakukannya karena terinspirasi dari pernyataan profesor antropologi bahwa masyarakat dunia harus memerhatikan spesies makhluk hidup yang pernah hidup 20 ribu tahun lalu.

Alice Roberts dalam pernyataannnya kepada sejumlah media di Jepang menyatakan keseriusannya untuk membawa hewan yang telah punah di Zaman Es ini, kembali berkembang biak di Bumi. 

"Kami serius untuk melakukan hal ini. Sehingga, ini adalah hal penting bagi semua orang untuk mulai memikirkannya," jelas Alice, seperti dilansir Telegraph, Rabu (15/5/2013).

Seperti diketahui, ilmuwan Jepang kabarnya telah mengekstraksi sumsum tulang mammoth yang ditemukan di Siberia. Nah, sekarang ini yang dilakukan oleh Alice, yakni melalui penelitian DNA juga diharapkan mampu "menghidupkan" kembali hewan tersebut melalui pendekatan sains.

"Ini berada dalam genggaman kita (mengubah sesuatu yang tidak masuk diakal menjadi kenyataan), dan ini merupakan hal luar biasa untuk dipikirkan," ujar Alice. Lebih lanjut ia mengatakan, teknologi ini akan mirip dengan yang digunakan untuk kloning. 

Meskipun demikian, dia menekankan terkait penyelamatan hewan-hewan yang berada di ambang kepunahan. Menurutnya, menyelamatkan populasi hewan yang akan punah lebih utama ketimbang mencoba untuk membangkitkan hewan yang telah punah.

Informasi yang beredar beberapa waktu lalu mengungkapkan, ilmuwan berencana untuk menghidupkan kembali hewan purba yang telah punah ribuan tahun lalu. 

Menggunakan teknologi seperti kloning dan genome sequencing (pengurutan gen), ilmuwan mengklaim dapat memunculkan kembali hewan purba yang telah punah.

Bagaimana menurut anda? Bisa-bisa Jurassic Park bisa terjadi di alam nyata ini :)

Sumber: okezone

Thursday, May 16, 2013

Lirik & Chord Republik - Sandiwara Cinta




[intro] C D G  Am D 


      G        D/F#      Em 
aku tahu ini semua tak adil 
      Am                 D 
aku tahu ini sudah terjadi 
           G       D/F#        Em 
mau bilang apa aku pun tak sanggup 
         Am                  D 
air mata pun tak lagi mau menetes 

      G         D/F#      Em 
alasannya seringkali ku dengar 
      Am                   D 
alasannya seringkali kau ucap 
          G          D/F#      Em 
kau dengannya seakan ku tak tahu 
          Am                     D         G 
sandiwara apa yang telah kau lakukan kepadaku 

[chorus] 
           C      D          G 
jujurlah sayang aku tak mengapa 
        Am    D             G 
biar semua jelas telah berbeda 
         C      D            Em 
jika nanti aku yang harus pergi 
       Am   D           G 
ku terima walau sakit hati 

          G            D/F#   Em 
mungkin ini jalan yang engkau mau 
         Am                     D 
mungkin ini jalan yang kau inginkan 
          G          D/F#     Em 
kau dengannya seakan ku tak tahu 
          Am  G C 
sandiwara apa  
          Am  G C 
ceritanya apa 
       D 
aku tahu 

[chorus] 
           C      D          G 
jujurlah sayang aku tak mengapa 
        Am    D             G 
biar semua jelas telah berbeda 
         C      D            Em 
jika nanti aku yang harus pergi 
       Am   D           G 
ku terima walau sakit hati 

[solo] C D G 
       Am D G 

[chorus] 
           C      D          G 
jujurlah sayang aku tak mengapa 
        Am    D             G 
biar semua jelas telah berbeda 
         C      D            Em 
jika nanti aku yang harus pergi 
       Am   D           G 
ku terima walau sakit hati 
       Am   D           G 
ku terima walau sakit hati

Monday, May 6, 2013

Lirik & Chord Ungu - Laguku


G        D 
mungkinkah kau tahu 
  Em                 Bm 
rasa cinta yang kini membara 
C             A 
yang masih tersimpan 
      D      C Bm Am 
dalam lubuk jiwa 

G       D 
ingin kunyatakan 
  Em                  Bm 
lewat kata yang mesra untukmu 
C             A 
namun ku tak kuasa 
      D    C     Bm Am 
untuk melakukannya 

            G           D 
mungkin hanya lewat lagu ini 
 Em           Bm 
akan kunyatakan rasa 
   C              A 
cintaku padamu rinduku padamu 
    D      C Bm Am  
tak bertepi 

            G           D 
mungkin hanya sebuah lagu ini 
     Em           Bm 
yang slalu akan kunyanyikan 
  C             A 
sebagai tanda betapa aku 
     D       C Bm Am 
inginkan kamu 


Musik : G D Em Bm C A D E 

            A           E 
mungkin hanya lewat lagu ini 
 F#m          C#m 
akan kunyatakan rasa 
   D              B 
cintaku padamu rinduku padamu 
    E      D C#m Bm  
tak bertepi 

            A            E 
mungkin hanya sebuah lagu ini 
     F#m          C#m 
yang slalu akan kunyanyikan 
  D             B 
sebagai tanda betapa aku 
     E       D C#m Bm 
inginkan kamu

Lirik & Chord Kerispatih - Tapi Bukan Aku



Intro : G 

         C          D           G 
Jangan lagi kau sesali keputusanku 
          C          D            G 
Ku tak ingin kau semakin kan terluka 
          C       D          Em A7 
Tak ingin ku paksakan cinta ini 
         C            D           G 
Meski tiada sanggup untuk kau terima 

      C          D             G 
Aku memang manusia paling berdosa 
         C           D         G 
Khianati rasa demi keinginan semu 
        C               D        Em           A7 
Lebih baik jangan mencintai aku dan semua hatiku 
              C             D              G 
Karena takkan pernah kau temui, cinta sejati 

Reff: 
Am                      D 
Berakhirlah sudah semua kisah ini 
                  G        Em 
Dan jangan kau tangisi lagi 
Am                        D 
Sekalipun aku takkan pernah  
                    G  G7 
mencoba kembali padamu 
         C         D             Em A 
Sejuta kata maaf terasa kan percuma 
              C           D            G 
Sebab rasa ku tlah mati untuk menyadarinya 

Musik : C D Em F#m G 
C D Em A  
Am D 

         Am           D 
Semoga saja kan kau dapati 
          G            Em 
Hati yg tulus mencintaimu 
       Am   D 
Tapi bukan aku 


Bm                      E 
Berakhirlah sudah semua kisah ini 
                  A        F#m 
Dan jangan kau tangisi lagi 
Bm                        E 
Sekalipun aku takkan pernah  
                    A  A7 
mencoba kembali padamu 
         D         E             F#m B 
Sejuta kata maaf terasa kan percuma 
              D           E            A 
Sebab rasa ku tlah mati untuk menyadarinya

Sunday, May 5, 2013

Hubungan Kejahatan dengan Pemerintah


         Masalah kejahatan bukanlah hal yang baru, meskipun tempat dan waktunya berlainan tetapi tetap saja modusnya dinilai sama .Semakin lama kejahatan di ibu kota dan kota-kota besar lainnya semakin meningkat bahkan dibeberapa daerah dan sampai kekota-kota kecil.
        Upaya penanggulangan kejahatan telah dilakukan oleh semua pihak ,baik pemerintah maupun masyarakat pada umumnya. Berbagai program serta kegiatan yang telah dilakukan sambil terus mencari cara yang paling tepat dan efektif dalam mengatasi masalah tersebut.
           Seperti yang dikemukakan oleh E.H.Sutherland dan Cressey (Ramli Atmasasmita 1983:66) yang mengemukakan bahwa dalam crimeprevention dalam pelaksanaannya ada dua buah metode yang dipakai untuk mengurangi frekuensi dari kejahatan, yaitu :
  1. Metode untuk mengurangi pengulangan dari kejahatan
       Merupakan suatu cara yang ditujukan kepada pengurangan jumlah residivis (pengulangan kejahatan) dengan suatu pembinaan yang dilakukan secara konseptual.
  1. Metode untuk mencegah the first crime
        Merupakan satu cara yang ditujukan untuk mencegah terjadinya kejahatan yang pertama kali (the first crime) yang akan dilakukan oleh seseorang dan metode ini juga dikenal sebagai metode prevention (preventif).
         Berdasarkan uraian di atas dapat dilihat bahwa upaya penanggulangan kejahatan mencakup aktivitas preventif dan sekaligus berupaya untuk memperbaiki perilaku seseorang yang telah dinyatakan bersalah (sebagai seorang narapidana) di lembaga pemasyarakatan. Dengan kata lain upaya penanggulangan kejahatan dapat dilakukan secara preventif dan represif.
a.    Upaya preventif
      Penanggulangan kejahatan secara preventif dilakukan untuk mencegah terjadinya atau timbulnya kejahatan yang pertama kali . Mencegah kejahatan lebih baik daripada mencoba untuk mendidik penjahat menjadi lebih baik kembali, sebagaimana semboyan dalam kriminologi yaitu usaha-usaha memperbaiki penjahat perlu diperhatikan dan diarahkan agar tidak terjadi lagi kejahatan ulangan.
       Sangat beralasan bila upaya preventif diutamakan karena upaya preventif dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa suatu keahlian khusus dan ekonomis.
     Barnest dan Teeters (Ramli Atmasasmita,1983:79) menunjukkan beberapa cara untuk menanggulangi kejahatan yaitu:
1)    Menyadari bahwa akan adanya kebutuhan-kebutuhan untuk mengembangkan dorongan-dorongan sosial atau tekanan-tekanan sosial dan tekanan ekonomi yang dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang ke arah perbuatan jahat.
2)    Memusatkan perhatian kepada individu-individu yang menunjukkan potensialitas kriminal atau sosial, sekalipun potensialitas tersebut disebabkan gangguan-gangguan biologis dan psikologis atau kurang mendapat kesempatan sosial ekonomis yang cukup baik sehingga dapat merupakan suatu kesatuan yang harmonis .
         Dari pendapat Barnest dan Teeters tersebut di atas menunjukkan bahwa kejahatan dapat kita tanggulangi apabila keadaan ekonomi atau keadaan lingkungan sosial yang mempengaruhi seseorang ke arah tingkah laku kriminal dapat dikembalikan pada keadaan baik. Dengan kata lain perbaikan keadaan ekonomi mutlak dilakukan. Sedangkan faktor-faktor biologis, psikologis, merupakan faktor yang sekunder saja.
       Jadi dalam upaya preventif itu adalah bagaimana kita melakukan suatu usaha yang positif, serta bagaimana kita menciptakan suatu kondisi seperti keadaan ekonomi, lingkungan, juga kultur masyarakat yang menjadi suatu daya dinamika dalam pembangunan dan bukan sebaliknya seperti menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial yang mendorong timbulnya perbuatan menyimpang juga disamping itu bagaimana meningkatkan kesadaran dan patisipasi masyarakat bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama .
b.Upaya represif
        Upaya represif adalah suatu upaya penanggulangan kejahatan secara konsepsional yang ditempuh setelah terjadinya kejahatan . Penanggulangan dengan upaya represif dimaksudkan untuk menindak para pelaku kejahatan sesuai dengan perbuatannya serta memperbaikinya kembali agar mereka sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat , sehingga tidak akan mengulanginya dan orang lain juga tidak akan melakukannya mengingat sanksi yang akan ditanggungnya sangat berat .
          Dalam membahas sistem represif, tentunya tidak terlepas dari sistem peradilan pidana kita, dimana dalam sistem peradilan pidana paling sedikit terdapat 5 (lima) sub-sistem yaitu sub-sistem kehakiman, kejaksaan, kepolisian, pemasyarakatan, dan kepengacaraan, yang merupakan suatu keseluruhan yang terangkai  dan berhubungan secara fungsional.
         Upaya represif dalam pelaksanaannya dilakukan pula dengan metode perlakuan (treatment) dan penghukuman (punishment). Lebih jelasnya uraiannya sebagai berikut ini :
1)    Perlakuan ( treatment )
       Dalam penggolongan perlakuan, penulis tidak membicarakan perlakuan yang pasti terhadap pelanggar hukum, tetapi lebih menitikberatkan pada berbagai kemungkinan dan bermacam-macam bentuk perlakuan terhadap pelanggar hukum sesuai dengan akibat yang ditimbulkannya.
Perlakuan berdasarkan penerapan hukum, menurut Abdul Syani (1987:139) yang membedakan dari segi jenjang berat dan ringannya suatu perlakuan,yaitu :
a)    Perlakuan yang tidak menerapkan sanksi-sanksi pidana, artinya perlakuan yang paling ringan diberikan kepada orang yang belum telanjur melakukan kejahatan. Dalam perlakuan ini, suatu penyimpangan dianggap belum begitu berbahaya sebagai usaha pencegahan.
b)    Perlakuan dengan sanksi-sanksi pidana secara tidak langsung, artinya tidak berdasarkan putusan yang menyatakan suatu hukum terhadap si pelaku kejahatan.
       Adapun yang diharapkan dari penerapan perlakuan-perlakuan ini ialah tanggapan baik dari pelanggar hukum terhadap perlakuan yang diterimanya. Perlakuan ini dititikberatkan pada usaha pelaku kejahatan agar dapat kembali sadar akan kekeliruannya dan kesalahannya, dan dapat kembali bergaul di dalam masyarakat seperti sedia kala .
      Jadi dapat disimpulkan bahwa perlakuan ini mengandung dua tujuan pokok, yaitu sebagai upaya pencegahan dan penyadaran terhadap pelaku kejahatan agar tidak melakukan hal-hal yang lebih buruk lagi dimaksudkan agar si pelaku kejahatan ini di kemudian hari tidak lagi melakukan pelanggaran hukum, baik dari pelanggaran-pelanggaran yang mungkin lebih besar merugikan masyarakat dan pemerintah.
2)    Penghukuman (punishment)
     Jika ada pelanggar hukum yang tidak memungkinkan untuk diberikan perlakuan (treatment), mungkin karena kronisnya atau terlalu beratnya kesalahan yang telah dilakukan, maka perlu diberikan penghukuman yang sesuai dengan perundang-undangan dalam hukum pidana.
     Oleh karena Indonesia sudah menganut sistem pemasyarakatan, bukan lagi sistem kepenjaraan yang penuh dengan penderitaan, maka dengan sistem pemasyarakatan hukuman dijatuhkan kepada pelanggar hukum adalah hukuman yang semaksimal mungkin (bukan pembalasan) dengan berorientasi pada pembinaan dan perbaikan pelaku kejahatan.
      Seiring dengan tujuan dari pidana penjara sekarang, Sahardjo mengemukakan seperti yang dikutip oleh Abdulsyani (1987:141) sebagai berikut :
      Menyatakan bahwa tujuan dari pemasyarakatan yang mengandung makna bahwa tidak hanya masyarakat yang diayomi terhadap diulanginya perbuatan jahat oleh terpidana, tetapi juga orang-orang yang menurut Sahardjo telah tersesat diayomi oleh pohon beringin dan diberikan bekal hidup sehingga menjadi kaula yang berfaedah di dalam masyarakat Indonesia .
      Jadi dengan sistem pemasyarakatan, disamping narapidana harus menjalani hukumannya di lembaga pemasyarakatan, mereka pun dididik dan dibina serta dibekali oleh suatu keterampilan agar kelak setelah keluar menjadi orang yang berguna di dalam masyarakat dan bukan lagi menjadi seorang narapidana yang meresahkan masyarakat karena segala perbuatan jahat mereka di masa lalu yang sudah banyak merugikan masyarakat, sehingga kehidupan yang mereka jalani setelah mereka keluar dari penjara menjadi lebih baik karena kesadaran mereka untuk melakukan perubahan didalam dirinya maupun bersama dengan masyarakat di sekitar tempat dia bertempat tinggal.
Upaya Penanggulangan Kejahatan
        Kejahatan adalah masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat di seluruh negara semenjak dahulu dan pada hakikatnya merupakan produk dari masyarakat sendiri. Kejahatan dalam arti luas, menyangkut pelanggaran dari norma-norma yang dikenal masyarakat, seperti norma-norma agama, norma moral hukum. Norma hukum pada umumnya dirumuskan dalam undang-undang yang dipertanggungjawabkan aparat pemerintah untuk menegakkannya, terutama kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Namun, karena kejahatan langsung mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, maka wajarlah bila semua pihak baik pemerintah maupun warga masyarakat, karena setiap orang mendambakan kehidupan bermasyarakat yang tenang dan damai.
        Menyadari tingginya tingkat kejahatan, maka secara langsung atau tidak langsung mendorong pula perkembangan dari pemberian reaksi terhadap kejahatan dan pelaku kejahatan pada hakikatnya berkaitan dengan maksud dan tujuan dari usaha penanggulangan kejahatan tersebut.
Menurut Hoefnagels (Arif, 1991:2) upaya penanggulangan kejahatan dapat ditempuh dengan cara :
a)    Criminal application : (penerapan hukum pidana)
Contohnya : penerapan Pasal 354 KUHP dengan hukuman maksimal yaitu 8 tahun baik dalam tuntutan maupun putusannya.

b)    Preventif without punishment : (pencegahan tanpa pidana)
Contohnya : dengan menerapkan hukuman maksimal pada pelaku kejahatan, maka secara tidak langsung memberikan prevensi(pencegahan) kepada publik walaupun ia tidak dikenai hukuman ataushock therapy kepada masyarakat.

c)    Influencing views of society on crime and punishment (mas media mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai kejahatan dan pemidanaan lewat mas media).
Contohnya : mensosialisasikan suatu undang-undang dengan memberikan gambaran tentang bagaimana delik itu dan ancaman hukumannya.

Upaya pencegahan kejahatan dapat berarti menciptakan suatu kondisi tertentu agar tidak terjadi kejahatan. Kaiser (Darmawan, 1994:4) memberikan batasan tentang pencegahan kejahatan sebagai suatu usaha yang meliputi segala tindakan yang mempunyai tujuan yang khusus untuk memperkecil ruang segala tindakan yang mempunyai tujuan yang khusus untuk memperkecil ruang lingkup kekerasan dari suatu pelanggaran baik melalui pengurangan ataupun melalui usaha-usaha pemberian pengaruh kepada orang-orang yang potensial dapat menjadi pelanggar serta kepada masyarakat umum.
Penanggulangan kejahatan dapat diartikan secara luas dan sempit. Dalam pengertian yang luas, maka pemerintah beserta masyarakat sangat berperan. Bagi pemerintah adalah keseluruhan kebijakan yang dilakukan melalui perundang-undangan dan badan-badan resmi yang bertujuan untuk menegakkan norma-norma sentral dari masyarakat (Sudarto, 1981:114).
Peran pemerintah yang begitu luas, maka kunci dan strategis dalam menanggulangi kejahatan meliputi (Arief, 1991:4), ketimpangan sosial, diskriminasi nasional, standar hidup yang rendah, pengangguran dan kebodohan di antara golongan besar penduduk. Bahwa upaya penghapusan sebab dari kondisi menimbulkan kejahatan harus merupakan strategi pencegahan kejahatan yang mendasar.
Secara sempit lembaga yang bertanggung jawab atas usaha pencegahan kejahatan adalah polisi. Namun karena terbatasnya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh polisi telah mengakibatkan tidak efektifnya tugas mereka. Lebih jauh polisi juga tidak memungkinkan mencapai tahap ideal pemerintah, sarana dan prasarana yang berkaitan dengan usaha pencegahan kejahatan. Oleh karena itu, peran serta masyarakat dalam kegiatan pencegahan kejahatan menjadi hal yang sangat diharapkan. Kejahatan merupakan gejala sosial yang senantiasa dihadapi oleh setiap masyarakat di dunia ini. Kejahatan dalam keberadaannya dirasakan sangat meresahkan, disamping itu juga mengganggu ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi kejahatan tersebut. Upaya penanggulangan kejahatan telah dan terus dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat. Berbagai program dan kegiatan telah dilakukan sambil terus menerus mecari cara
Solusi preventif adalah berupa cara-cara yang cenderung mencegah kejahatan. Solusi supresif adalah cara-cara yang cenderung menghentikan kejahatan sudah mulai,  kejahatan sedang berlangsung tetapi belum sepenuhnya sehingga kejahatan dapat dicegah. Solusi yang memuaskan terdiri dari pemulihan atau pemberian ganti kerugian bagi mereka yang menderita akibat kejahatan. Sedangkan solusi pidana atau hukuman juga berguna, sebab setelah kejahatan dihentikan pihak yang dirugikan sudah mendapat ganti rugi, kejahatan serupa masih perlu dicegah entah dipihak pelaku yang sama atau pelaku lainnya. Menghilangkan kecendrungan untuk mengulangi tindakan adalah suatu reformasi. Solusi yang berlangsung kerena rasa takut disebut hukuman. Entah mengakibatkan ketidakmampuan fisik atau tidak, itu tergantung pada bentuk hukumannya.
Hal tersebut terkait dengan pandangan Jeremy Bentham(2006:307) bahwa yang mengemukakan bahwa “Tujuan hukuman adalah mencegah terjadinya kejahatan serupa, dalam hal ini dapat memberi efek jera kepada pelaku dan individu lain pun untuk berbuat kejahatan.”

Sumber :